Momentum dan Impuls

3.5. Menerapkan konsep momentum, impuls dan hokum kekekalan momentum

4.5. Mendemontrasikan berbagai jenis tumbukan


5.1. Momentum

Merupakan besaran fisis pada benda yang bergerak dari hasil perkalian massa benda dengan kecepatan, besar momentum dituliskan dalam persamaan sebagai berikut :

 

p = m.v

 

p = momentum (kgm/s)

m = massa ( kg )

v  = kecepatan benda ( m/s )

 

suatu benda yang bergerak dengan adanya perubahan kecepatan, maka besar momentum pada benda tersebut juga mengalami perubahan sebesar :

 

∆p = m.v2.-.m.v1

atau

∆p = m.(v2.-.v1)

 

∆p = perubahan momentum (kgm/s)

m = massa ( kg )

v1 = kecepata awal ( m/s )

v2 = kecepatan akhir ( m/s )

 

Contoh :

      Sebuah bola massanya 0,5 kg menggelinding dengan kecepatan tetap sebesar 10 m/s. berapakah besar momentum bola tersebut ?

 

Jawab :

Diketahui : m = 0,5 kg

             v  = 10m/s

ditanya p = ?

penyelesaian :

Rumus :

 

p = m.v

p = 0,5 kg. 10m/s

p = 5 kgm/s


Impuls

Besarnya gaya yang bekerja dalam selang waktu tertentu.

Dapat ditulis :

 

I = F.∆t

 

I = impuls ( N.s )

F = gaya (  N )

∆t = selisih waktu ( s )

 

Perubahan momentum dapat menghasil impuls sehingga :

 

∆p  = F. ∆t

m.v2.-.m.v1 = F. ∆t

atau

m.(v2.-.v1) = F. ∆t

 

Contoh 2 :

Sebuah bola massanya 0,5 kg dalam keadaan diam dipukul dengan gaya 80 N horizontal,sehingga bergerak dengan kecepatan 6 m/s.  hitunglah lama sentuhan bola dengan pemukul !

 

Jawab ;

Diketahui : m = 0,5 kg

                             F = 80 N

                             v1 = 0 m/s

                             v2 = 6 m/s

ditanya : ∆t = ?

penyelesaian :

rumus : m.(v2.-.v1) = F. ∆t

                    0,5 kg ( 6 m/s – 0 m/s ) = 80 N . ∆t

                   0,5 kg . 6 m/s = 80 N . ∆t

                             3 kg m/s = 80 N . ∆t

                   3 kg m/s : 80 N = ∆t

                             0,00375 s = ∆t

 

Tumbukan

Tumbukan merupakan peristiwa dua benda yang saling bersentuhan.

Pada tumbukan berlaku hukum kekekalan momentum “jumlah momentum sebelum tumbukan sama dengan jumlah momentum setelah tumbukan”

 

Persamaan sebagai berikut:

 

m1.v1.+.m2.v2 = m1.v’1.+.m2.v’2

 

m1 = massa benda pertama ( kg )

m2 = massa benda kedua ( kg )

v1 = kecepatan benda pertama sebelum tumbukan ( m/s )

v2 = kecepatan benda kedua sebelum tumbukan ( m/s )

v’1 = kecepatan benda pertama setelah tumbukan ( m/s )

v’2 = kecepatan benda kedua setelah tumbukan ( m/s )

 

ketentuan :

1.    Kecepatan arah ke kanan positif (+)

2.    Kecepatan arah ke keiri negative (-)

 

Contoh 3 :

Dua bola karet masing-masing massanya 0,6 kg dan 0,8 kg bergerak saling mendekati dalam satu garis lurus kecepatan masing-masing 10 m/s dan 12 m/s, kecepatan bola pertama setelah tumbukan 11 m/s dengan arah berlawanan. Tentukan kecepatan bola kedua setelah tumbukan !

 

 


 

Jawab :

Diketahui : m1 = 0,6 kg

m2 = 0,8 kg

v1 = 10 m/s

v2 = -12 m/s

v’1 = 11 m/s

Ditanya : v’2 = ?

Penyelesaian :

Rumus : m1.v1.+.m2.v2 = m1.v’1.+.m2.v’2

0,6 kg. 10 m/s + 0,8 kg.(-12 m/s )= 0,6 kg. (-11 m/s ) + 0,8 kg. v’2

6 kgm/s – 9,6 kgm/s = -6,6 kgm/s + 0,8 kg. v’2

-3,6 kgm/s + 6,6 kgm/s = 0,8 kg. v’2

3,6 kgm/s = 0,8 kg. v’2

3,6 kgm/s : 0,8 kg. = v’2

4,5 m/s = v’2

 

 

          Koefisien Kelentingan ( Koefisien Restitusi )

         Merupakan perbandingan kecepatan relatif benda setelah terjadi tumbukan dengan kecepatan relative benda sebelum tumbukan

 

e = v’/v

 

e = koefisien restitusi

v’ = kecepatan relative benda setelah tumbukan ( m/s )

v = kecepatan relative benda sebelum tumbukan ( m/s )

 

untuk tumbukan dua benda yang sama sama bergerak dapat ditulis :

 

e = ( v’1 – v’2 ) / ( v1 – v2 )

 

v’1 = kecepatan relative benda pertama setelah tumbukan ( m/s )

v’2 = kecepatan relative benda kedua setelah tumbukan ( m/s )

v1 = kecepatan relative benda pertama sebelum tumbukan ( m/s )

v2 = kecepatan relative benda kedua sebelum tumbukan ( m/s )

 

Jenis Tumbukan

1.    Tumbukan Lenting Sempurna

Besarnya e = 1, berlaku hukum kekekalan momentum, berlaku hukum kekekalan energy kinetic, energy kinetic konstan

2.    Tumbukan Lenting Sebagian

Besarnya e berada pada ( 0 < e < 1 ), momentum konstan, energy kinetic tidak konstan

3.    Tumbukan Tidak Lenting Sama Sekali

Besarnya e = 0, kecepatan akhir kedua benda sama besar

         

 

Contoh 4 ;

Sebuah bola dilempar ke dinding dengan kecepatan 6 m/s, dipantulkan dinding dengan kecepatan 5,5 m/s, berapakah koefisien bola tersebut ?

 

Jawab :

Diketahui : v = 6 m/s

            v’ = 5,5 m/s

Ditanya : e = ?

Penyelesaian :

Rumus : e = v’/v

           e = 5,5 m/s : 6 m/s

           e = 0,9166

           e = 0,92



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  ﺒ ِ ﺴْﻢِﷲِﺍﻠﺮﱠﺤْﻤٰﻥِﺍﻠﺮﱠﺤِﻴْﻢِ Selamat Datang Di Rumah  Ilmu Pengetahuan Alam